SUJUD BERSAMA BELIBIS 1 comment
Kala bingkai kabut memajemukkan hempasan malam
Saat keyakinan memasung geliat dingin Ranu Kumbolo
Kehidupan hanyalah sepenggal lukisan dalam perjamuan suci
Lantunan mantra untuk memahat desau angin
Meleburkan yang bersujud dengan yang disujudi
Yang merindukan dengan yang dirindukan
Kurenda sabda bukit batu
Untuk meruntuhkan altar pemujaan keakuanmu
Kupuisikan keheninganmu
Di tengah gemuruh kenyataan yang membiru
Kusunting mimpimu
Tentang sebuah nama yang akan dihapuskan
Tentang selaksa sejarah yang akan dihanguskan
Dan segurat bayangan yang berhenti menyulam langkah
Saat ini engkau bukanlah sedang membaca puisi
Tapi engkaulah puisi ini
Engkau bukan pula sedang menyanyi
Tapi engkaulah lagu itu
Saat inipun engkau tidak sedang menari
Karena engkaulah tarian itu
Waktu sudah meradang menunggu keraguanmu
Dari ujung langit suara takdir mulai serak meneriakimu
Untuk segera menggerus gerak masa
Kita bukanlah kenari atau perkutut
Yang merangkai pesona dari dalam sangkar
Kita adalah Belibisi liar
Yang dilahirkan untuk menaklukkan kebisuan ufuk
Menerjang badai prahara
Dan meregangkan dawai cahaya
Wahai angin gunung !!!
Kutunggu senyummu di angkasa
Kunanti dinginmu disamping Arasy
Bersama kita seberangi rona rembulan
Sebuah Nama yang pernah mati
29 Juni 2006
One Response to 'SUJUD BERSAMA BELIBIS'
Subscribe to comments with RSS or TrackBack to 'SUJUD BERSAMA BELIBIS'.
This design is incredible! You definitely know how to keep a reader amused. Between your wit and your videos, I was almost moved to start my own blog (well, almost…HaHa!) Wonderful job. I really enjoyed what you had to say, and more than that, how you presented it. Too cool!